~ cerpen~ "Ya Allah, aku jatuh cinta !" oleh Syarifah J.R Al-Asyfah
Repost from my 2nd blog account
Maha besar Allah menciptakan segala sesuatu dimuka bumi.Menciptakan makhluk hidup agar senantiasa beribadah kepada-Nya. Serta menciptakan hawa nafsu, akal dan iman.
Allah swt menciptakan manusia dari air yang hina (air mani) sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
Allah swt menciptakan manusia dari air yang hina (air mani) sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang berbentuk (lain). Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.” (Al Mukminun : 12-14)
Oke , kita akan berbicara tentang manusia dahulu..
Atas Kuasa-Nya, Allah menciptakan manusia dalam wujud laki-laki dan perempuan dengan wajah yang rupawan ,serta akal yang sehat .
Sebagaimana dengan firman allah dalam surah at-tin ayat 5 yg artinya :
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (At Tin : 5)
Sebab itulah manusia dikatakan makhluk yang sempurna dari makhluk Allah yang lain,namun meskipun begitu kita harus tetap menyayangi makhluk ciptaan Allah yang lain.
Oke , kita akan berbicara tentang manusia dahulu..
Atas Kuasa-Nya, Allah menciptakan manusia dalam wujud laki-laki dan perempuan dengan wajah yang rupawan ,serta akal yang sehat .
Sebagaimana dengan firman allah dalam surah at-tin ayat 5 yg artinya :
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (At Tin : 5)
Sebab itulah manusia dikatakan makhluk yang sempurna dari makhluk Allah yang lain,namun meskipun begitu kita harus tetap menyayangi makhluk ciptaan Allah yang lain.
Awalun~
Pertama-tama , saya ucapkan puji syukur alhamdulillah karena saya sangat mensyukuri pemberian nikmat tuhan yang sangat luar biasa.Namun saya tak mampu berkata saya sempurna karena saya punya segala kekurangan.
“Nah , lalu apa hubungannya dengan judul diatas ?”
yuk baca selanjutnya ^_^
yuk baca selanjutnya ^_^
*salahkah ?
“Tuhan,saya tak mengerti apa yang sedang saya rasakan sekarang,berikan aku petunjuk tuhan,sesungguhnya engkau maha mengetahui yang tidak bisa hamba ketahui”
Kalimat itulah yang tiba-tiba muncul dari dalam lubuk hati saya ketika berada dalam sebuah organisasi islami.
Disudut kanan dari tempat duduk saya terlihat seseorang yang memakai baju koko putih serta peci putih,muka bercahaya bagai diselimuti air wudhu,senyum manis serta mata nya yang begitu berbinar memancarkan aura sebuah kasih sayang.
“Tuhan,apakah hambamu ini jatuh cinta pada sang ikhwan tersebut ?”
Seorang lelaki yang belum saya ketahui namanya tersebut mengarahkan pandangannya kepada saya.Saya pun larut dalam sebuah lautan cinta yang tidak terlalu dangkal,dan saya pun hanya mampu tersenyum dengan sekejap membalas pandangannya karena jika berlama-lama saya takut terjadi suatu yang tidak diinginkan (zina mata).
Dan saya pun kembali berfikir , “salahkah aku mencintainya tuhan ?”
“Tuhan,saya tak mengerti apa yang sedang saya rasakan sekarang,berikan aku petunjuk tuhan,sesungguhnya engkau maha mengetahui yang tidak bisa hamba ketahui”
Kalimat itulah yang tiba-tiba muncul dari dalam lubuk hati saya ketika berada dalam sebuah organisasi islami.
Disudut kanan dari tempat duduk saya terlihat seseorang yang memakai baju koko putih serta peci putih,muka bercahaya bagai diselimuti air wudhu,senyum manis serta mata nya yang begitu berbinar memancarkan aura sebuah kasih sayang.
“Tuhan,apakah hambamu ini jatuh cinta pada sang ikhwan tersebut ?”
Seorang lelaki yang belum saya ketahui namanya tersebut mengarahkan pandangannya kepada saya.Saya pun larut dalam sebuah lautan cinta yang tidak terlalu dangkal,dan saya pun hanya mampu tersenyum dengan sekejap membalas pandangannya karena jika berlama-lama saya takut terjadi suatu yang tidak diinginkan (zina mata).
Dan saya pun kembali berfikir , “salahkah aku mencintainya tuhan ?”
*Lelaki idaman
Ketika saya mengetahui nama dan darimana dia berasal,saya tidak begitu paham dengan keadaan yang saya alami.Pikiran saya tak pernah lepas selain membayangkan wajahnya.Betapa rindunya saya pada sosok lelaki tersebut.
Saya pernah berkata kepada teman saya,saya sangat menyukai lelaki yang mengabdi dalam sebuah pondok pesantren,ketika saya melihat anak sebuah pondok pesantren baik santriwan maupun santriwati hati saya merasa tenang,bahagia dan merasa ada kedamaian tersendiri.
Hmm yaa..Dialah lelaki idaman saya,dia adalah santriwan yang mengabdi pada sebuah pondok didaerah saya dua tahun silam.Dia begitu fasih dalam menyebut huruf arab,begitu hebat dalam membawakan syair dan begitu aktif dalam berbagai kegiatan,dan bisa dibilang dia senior saya dalam salah satu organisasi yang saya ikuti.
Namun,saya kembali terfikir pada ketentuan agama.Agama melarang keras suatu hubungan antara lelaki dan perempuan yang bukan muhrim.
*Anggap Ta’aruf saja (silaturrahmi)
Saya pernah berkata kepada teman saya,saya sangat menyukai lelaki yang mengabdi dalam sebuah pondok pesantren,ketika saya melihat anak sebuah pondok pesantren baik santriwan maupun santriwati hati saya merasa tenang,bahagia dan merasa ada kedamaian tersendiri.
Hmm yaa..Dialah lelaki idaman saya,dia adalah santriwan yang mengabdi pada sebuah pondok didaerah saya dua tahun silam.Dia begitu fasih dalam menyebut huruf arab,begitu hebat dalam membawakan syair dan begitu aktif dalam berbagai kegiatan,dan bisa dibilang dia senior saya dalam salah satu organisasi yang saya ikuti.
Namun,saya kembali terfikir pada ketentuan agama.Agama melarang keras suatu hubungan antara lelaki dan perempuan yang bukan muhrim.
*Anggap Ta’aruf saja (silaturrahmi)
Kebetulan saya mempunyai seorang teman yang sempat mengabdi dipondok selama satu tahun.Kemudian saya bercerita pada teman saya tersebut dan ternyata teman saya sangat mengenal baik lelaki yang saya ceritakan itu.
Pada suatu hari seusai bertadarus dengan teman,saya bercengkrama disebuah teras mesjid Al-Zikra bersama teman saya.Namun tanpa sepengatahuan saya dia menyuruh lelaki yang saya kagumi itu untuk berkunjung tempat kami berada.
Tak berapa lama, lelaki itu tiba didepan mesjid yang bersepuh hijau-putih cerah itu .Saya kaget bukan kepalang,jantung terasa berdegup kencang,badan kaku seakan tak bisa digerakkan,serta pandangan pun tak mampu dibelokkan.
Maha Besar Allah mempertemukan kami ditempat yang begitu diridhoi-Nya.Merubah suasana menjadi damai dan bahagia.Dan saya pun menganggap peristiwa ini sebagai ta’aruf kecil.
Ia datang tidak sendiri namun ia datang bersama temannya.Kami pun mulai berkenalan dan menanyakan apa yang menurut kami ingin pertanyakan.
Pada suatu hari seusai bertadarus dengan teman,saya bercengkrama disebuah teras mesjid Al-Zikra bersama teman saya.Namun tanpa sepengatahuan saya dia menyuruh lelaki yang saya kagumi itu untuk berkunjung tempat kami berada.
Tak berapa lama, lelaki itu tiba didepan mesjid yang bersepuh hijau-putih cerah itu .Saya kaget bukan kepalang,jantung terasa berdegup kencang,badan kaku seakan tak bisa digerakkan,serta pandangan pun tak mampu dibelokkan.
Maha Besar Allah mempertemukan kami ditempat yang begitu diridhoi-Nya.Merubah suasana menjadi damai dan bahagia.Dan saya pun menganggap peristiwa ini sebagai ta’aruf kecil.
Ia datang tidak sendiri namun ia datang bersama temannya.Kami pun mulai berkenalan dan menanyakan apa yang menurut kami ingin pertanyakan.
*sebuah harapan
“subhanallah,ternyata namanya Shaddiqi” itulah yang ku ucapkan berkali-kali meskipun dalam hati.
Usianya yang masih muda membuat ku semakin menganguminya.Dia yang juga menanyakan sedikit kepribadian saya membuat saya enggan untuk mengakhiri pertemuan tersebut.
Namun,hari mulai siang.Matahari pun mulai condong keatas.Membuat perbincangan tak enak untuk dilanjutkan.Perbincangan pun ia akhiri dengan meminta email pribadi saya.Saya pun sangat senang jika bisa berbagi kepadanya.
Peristiwa tersebut pun mulai terlewatkan,dalam sebuah berupa surat sederhana yang menggunakan jasa internet kami saling bercanda dan bercengkrama.Ia pun mulai perhatian dan memberi sebuah harapan kepada saya.Kami pun semakin dekat dan semakin dekat.
“subhanallah,ternyata namanya Shaddiqi” itulah yang ku ucapkan berkali-kali meskipun dalam hati.
Usianya yang masih muda membuat ku semakin menganguminya.Dia yang juga menanyakan sedikit kepribadian saya membuat saya enggan untuk mengakhiri pertemuan tersebut.
Namun,hari mulai siang.Matahari pun mulai condong keatas.Membuat perbincangan tak enak untuk dilanjutkan.Perbincangan pun ia akhiri dengan meminta email pribadi saya.Saya pun sangat senang jika bisa berbagi kepadanya.
Peristiwa tersebut pun mulai terlewatkan,dalam sebuah berupa surat sederhana yang menggunakan jasa internet kami saling bercanda dan bercengkrama.Ia pun mulai perhatian dan memberi sebuah harapan kepada saya.Kami pun semakin dekat dan semakin dekat.
*Nyatakan cinta
Beberapa bulan setelah ia memperkenalkan dirinya,ia mulai menyatakan perasaannya kepada saya.
Saya pun bertanya, “mengapa antum menyukai ana?,ana hanyalah manusia biasa dengan hidup alakadarnya saja,sedangkan antum hidup penuh dengan kemegahan,dan itu jelas sangat berbeda”
Ia pun menjawab dengan penuh kesopanan “semua yang ana miliki itu hanya milik Allah,ana menyukai antum dari sifat antum yang penuh etika,antum adalah idaman ana selama ini,ana tidak peduli bagaimana kehidupan antum,ana berharap antum juga rasakan sama seperti ana.”
Hati saya mulai tersentuh dengan apa yang dikatakannya,namun kali ini saya benar-benar diselimuti dengan perasaan bimbang. “sesungguhnya ana juga menyukai antum” itulah yang saya ucapkan dalam hati,saya tak berani ungkapkan perasaan tersebut meskipun saya yang lebih awal mengaguminya.
Beberapa bulan setelah ia memperkenalkan dirinya,ia mulai menyatakan perasaannya kepada saya.
Saya pun bertanya, “mengapa antum menyukai ana?,ana hanyalah manusia biasa dengan hidup alakadarnya saja,sedangkan antum hidup penuh dengan kemegahan,dan itu jelas sangat berbeda”
Ia pun menjawab dengan penuh kesopanan “semua yang ana miliki itu hanya milik Allah,ana menyukai antum dari sifat antum yang penuh etika,antum adalah idaman ana selama ini,ana tidak peduli bagaimana kehidupan antum,ana berharap antum juga rasakan sama seperti ana.”
Hati saya mulai tersentuh dengan apa yang dikatakannya,namun kali ini saya benar-benar diselimuti dengan perasaan bimbang. “sesungguhnya ana juga menyukai antum” itulah yang saya ucapkan dalam hati,saya tak berani ungkapkan perasaan tersebut meskipun saya yang lebih awal mengaguminya.
*Berteman saja
Aku mulai dirasakan perasaan takut ,karena jika rasa ini terus berlanjut akan mengakibatkan suatu hal yang menyalahi aturan agama.Aku takut jika suatu hari aku semakin mengaguminya,sesungguhnya yang harus dikagumi itu adalah Allah swt.
Aku pun memutuskan untuk menganggap semua ini cobaan bagiku,aku mencoba untuk berhenti meengaguminya,dan ku putuskan untuk berteman saja.Dan syukur alhamdulillah ia pun menerima keputusan ku tersebut,namun ia berkata bahwa disetiap do’anya bahwa ia selalu berdoa agar aku menjadi jodohnya kelak.
akhiirun~
Begitulah kisah seorang wanita muslimah ketika ia dibalut dengan perasaan cinta buta semata,namun semua itu tak menggoyahkan keimanan wanita tersebut untuk selalu berada dijalan yang benar.Karena sesungguhnya segala takdir seperti jodoh, rezeki,dan lain-lain tersebut sudah ditentukan Allah swt yang tertulis didalam buku lauhul mahfudz (catatan takdir).
Harapan saya,semoga kisah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua khususnya untuk insan dimuka bumi agar lebih mendekatkan diri kepada Allah,karena sesungguhnya kita akan menghadap dan mempertanggungkan semua perbuatan kita selama kita hidup didunia ini.
Aku mulai dirasakan perasaan takut ,karena jika rasa ini terus berlanjut akan mengakibatkan suatu hal yang menyalahi aturan agama.Aku takut jika suatu hari aku semakin mengaguminya,sesungguhnya yang harus dikagumi itu adalah Allah swt.
Aku pun memutuskan untuk menganggap semua ini cobaan bagiku,aku mencoba untuk berhenti meengaguminya,dan ku putuskan untuk berteman saja.Dan syukur alhamdulillah ia pun menerima keputusan ku tersebut,namun ia berkata bahwa disetiap do’anya bahwa ia selalu berdoa agar aku menjadi jodohnya kelak.
akhiirun~
Begitulah kisah seorang wanita muslimah ketika ia dibalut dengan perasaan cinta buta semata,namun semua itu tak menggoyahkan keimanan wanita tersebut untuk selalu berada dijalan yang benar.Karena sesungguhnya segala takdir seperti jodoh, rezeki,dan lain-lain tersebut sudah ditentukan Allah swt yang tertulis didalam buku lauhul mahfudz (catatan takdir).
Harapan saya,semoga kisah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua khususnya untuk insan dimuka bumi agar lebih mendekatkan diri kepada Allah,karena sesungguhnya kita akan menghadap dan mempertanggungkan semua perbuatan kita selama kita hidup didunia ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar